TANDA KEJAHILAN HAKIKAT

BISMILLAHIROHMAANIROHIIM

JIKA KAMU MELIHAT SESEORANG (AHLI HAKIKAT) MENJAWAB SETIAP PERTANYAAN DAN MENERANGKAN SETIAP PENGLIHATAN (MATA HATI) DAN MENCERITAKAN SETIAP YANG DIKETAHUINYA, MAKA KETAHUILAH BAHWA YANG DEMIKIAN ITU ADALAH TANDA KEJAHILANNYA.

Manusia diarahkan supaya menggunakan akal fikirannya untuk mengkaji tentang kejadian-kejadian alam maya ciptaan Tuhan Maha Pencipta. Semakin mendalam pengetahuan tentang ciptaan ALLAH SWT, semakin kelihatan kebesaran dan keagungan-Nya. Bertambah pula keinsyafan tentang kelemahan yang ada pada diri manusia terutamanya dalam menguraikan hal keTuhanan. Ilmu pengetahuan yang mahir dalam perbahasan tentang makhluk menjadi tidak bermaya apabila mencoba menyingkap Rahasia-rahasia keTuhanan. Bila mengakui akan kejahilan dirinya seseorang itu menyerahkan dirinya dengan beriman kepada ALLAH SWT Penyerahan ini dinamakan Aslim dan orang yang berbuat demikian dinamakan orang Islam. Orang yang beriman tidak membahas tentang ALLAH SWT karena mereka mengakui kelemahan akal dalam bidang tersebut.

Bidang yang tidak dapat diurai oleh akal masih mampu dijangkau oleh hati. Hati yang suci bersih mengeluarkan cahayanya yang dinamakan Nur Kalbu. Nur Kalbu menerangi akal dan bersuluhkan cahaya Nur Kalbu ini, akal dapat menyambung kembali perjalanannya dari tempat ia telah berhenti. Perjalanan akal yang diterangi oleh cahaya Nur Kalbu mampu menyingkap perkara-perkara yang ghaib dan beriman dengannya walaupun akal manusia umum menafikannya.

Terdapat perbedaan yang besar antara akal biasa dengan akal yang diterangi oleh Nur. Akal biasa beriman kepada Allah s.w.t berdasarkan dalil-dalil yang nyata dan logik. Akal yang beserta Nur mampu menyelami di bawah atau di sebalik yang nyata yaitu perkara ghaib, dan beriman kepada ALLAH SWT berdasarkan pengalaman tentang perkara-perkara ghaib. Walaupun perkara ghaib itu tidak dapat diterima oleh akal biasa, tetapi akal yang bersuluhkan nur tidak sedikit pun ragu-ragu terhadapnya. Pengetahuan yang terhasil dari cetusan atau tindakan nur ini dinamakan ilmu Hakikat, ilmu ghaib, ilmu Rabbani atau ilmu Laduni. Walau apa pun istilah yang digunakan, ia adalah pengetahuan tentang keTuhanan yang didapati dengan cara mengalami sendiri tentang hal-hal ketuhanan, bukan menurut perkataan orang lain, dan juga bukan menurut sangkaannya sendiri.

Hatilah yang mengalami hal-hal tersebut dan pengalaman ini dinamakan pengalaman Rasa atau hakikat. Apa yang dialami oleh hati tidak dapat dilukiskan atau dibahasakan. Lukisan dan bahasa hanya sekadar menggerakkan pemahaman sedangkan hal yang sebenarnya jauh berbeda. Jika hal pengalaman hati dipegang pada lukisan dan bahasa ibarat, maka seseorang itu akan menjadi keliru. Jika lukisan dan simbol diiktikadkan sebagai hal keTuhanan maka yang demikian adalah kufur!

Pemegang ilmu ghaib terdiri daripada dua golongan. Golongan pertama adalah orang yang terlebih dahulu memasuki bidang pembelajaran tentang Tauhid dan latihan penyucian hati menurut Tharekat Tasawwuf. Pembelajaran dan latihan yang mereka lakukan tidak membuka bidang Hakikat. Ini membuat mereka mengerti akan nilai dan kedudukan ilmu ghaib yang sukar diperolehi itu. Mereka hanya dapat belajar, melatih diri, kemudian menanti dan terus menanti. Jika Allah SWT berkenan maka dikaruniakan Cahaya Nur yang menerangi hati si murid itu. Si murid itu pun mengalami dan berpengetahuan tentang Hakikat. Pengetahuan yang diperoleh itu sangat berharga baginya dan dijaganya benar-benar, tidak dibukakannya kepada orang lain karena dia tahu yang orang banyak sukar memahami perkara yang telah dialaminya itu.

Pemegang ilmu ghaib Golongan kedua tidak pula melalui proses pembelajaran dan latihan seperti golongan pertama. Golongan ini tiba-tiba sahaja dibukakan hakikat kepada mereka (hanya ALLAH SWT mengetahui mengapa Dia berbuat demikian). Oleh sebab mereka memperolehnya dengan mudah dan tanpa asas pengetahuan yang kuat, mereka tidak mengetahui nilai sebenarnya pengetahuan yang mereka peroleh itu. Mereka menyangkanya sebagai ilmu biasa. Lantaran mereka memahaminya mereka menyangka orang lain juga memahaminya. Sebab itu mereka mudah memperkatakan ilmu tersebut di hadapan orang banyak. Oleh sebab ilmu ini tidak dapat diceritakan kecuali dengan ibarat, satu daripada dua kemungkinan akan berlaku.

1.Pertama, lantaran orang banyak melihat latar belakang orang hakikat tadi tidak mempunyai asas Agama yang kuat, bukan orang alim, maka mereka menganggapnya pembohong dan pembawa cerita khayal.

2.Kedua, kemungkinan ada orang yang mempercayainya tetapi kepercayaan itu tertuju kepada ibarat bukan kepada yang diibaratkan. Kedua-dua kemungkinan tersebut adalah tidak baik. Sebab itu dilarang keras memperkatakan tentang ilmu Hakikat kepada bukan ahlinya. Orang yang membeberkannya dengan mudah disebut orang jahil yang tidak tahu nilai berlian yang ada padanya…

ALHAMDULILLAHIROBBIL’ALAMIN

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s