AKAL dan NAFSU.

Pengertian AKAL.

Kemampuan memahami dan memikirkan sesuatu “. Sesuatu itu bisa ungkapan, penjelasan, fenomena, dan lain-lain,semua Yang Ditangkap Oleh Panca indra.

Dan Kami menjadikan isi neraka jahanam dari bangsa Jin dan Manusia ,mereka mempunyai AKAL tapi tidak di pakai untuk memahami ayat – ayat ALLAH , dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipakai melihat ( tanda – tanda kekuasaan ALLAH ) dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipakai untuk mendengar ( ayat – ayat ALLAH ).Mereka laksana hewan , bahkan mereka lebih sesat lagi.Mereka yaitu orang – orang yang lalai.

Pembagian AKAL :

~ Akal Ghorizi , yaitu akal yang mempunyai kekuatan untuk MA’RIFAT kepada ALLAH SWT…posisi OTAK KANAN/METAPHISIC.

Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya.

~ Akal Thobi’i , yaitu akal yang mempunyai kemampuan untuk mengerti namun tidak mampu MA’RIFAT kepada ALLAH SWT…Posisi OTAK KIRI/PHISIC.

Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ).

Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya

Seandainya manusia yang mempunyai akal Ghorizi tidak bisa menggunakan AKALnya untuk mengenal ALLAH SWT , pasti turun derajatnya melebihi hewan.

NAFSU.

Nafsu secara Bahasa berarti JIWA. Adapun nafsu secara ISTILAH ilmu tasawwuf akhlaq, nafsu adalah dorongan-dorongan alamiah manusia yang mendorong pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Nafsu yang bersifat jasmani yaitu sesuatu yang berkaitan dengan tubuh. Nafsu yang bersifat maknawi yaitu, nafsu yang berkaitan dengan kebutuhan rohani.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s